Apa itu Hipoksia, Pengertian dan Jenisnya

Hipoksia adalah kondisi di mana jaringan tubuh tidak mendapatkan jumlah oksigen yang cukup. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, di mana "hypo" berarti "kurang" dan "oxia" berarti "oksigen". Hipoksia dapat terjadi secara lokal di dalam tubuh atau dapat melibatkan seluruh tubuh.

Hipoksia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pernapasan, masalah sirkulasi darah, rendahnya kadar oksigen di udara, atau penyakit yang memengaruhi transportasi oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis.

Ada beberapa jenis hipoksia yang umum terjadi, termasuk:

1. Hipoksia hipoksik

Ini terjadi ketika jumlah oksigen yang tersedia sangat rendah. Misalnya, di daerah dengan ketinggian tinggi di mana tekanan oksigen atmosfer lebih rendah, atau dalam kasus keracunan karbon monoksida yang mengikat lebih kuat pada hemoglobin daripada oksigen.

2. Hipoksia anemik

Terjadi ketika kapasitas darah untuk membawa oksigen berkurang. Ini bisa disebabkan oleh kekurangan sel darah merah (anemia), gangguan struktural atau fungsi hemoglobin, atau gangguan dalam pembawaan oksigen oleh darah.

3. Hipoksia sirkulatorik

Ini terjadi ketika ada gangguan dalam sirkulasi darah, sehingga oksigen tidak dapat mencapai jaringan dengan efisien. Misalnya, dalam kasus gagal jantung atau syok, aliran darah ke jaringan menjadi terbatas.

4. Hipoksia histotoksik

Terjadi ketika jaringan tubuh tidak dapat menggunakan oksigen yang sudah tersedia. Ini bisa terjadi akibat keracunan oleh zat-zat seperti alkohol, obat-obatan, atau racun lainnya.

Dampak dari hipoksia tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya kondisi tersebut terjadi. Pada tingkat yang ringan, hipoksia mungkin tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama atau parah, hipoksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ vital, seperti kerusakan otak, gagal jantung, atau kerusakan organ lainnya.

Pengobatan hipoksia tergantung pada penyebabnya. Pada beberapa kasus, dapat diberikan oksigen tambahan atau terapi sirkulasi darah untuk meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan. Penting juga untuk mengatasi faktor yang mendasari, seperti mengobati gangguan pernapasan atau sirkulasi darah yang mendasarinya.***

Baca juga artikel di jurnal firman berjudul "Apa itu Sembelit dan Cara Mencegahnya"

Komentar:

Posting Komentar